Analisis Pengaruh Harapan Lama Sekolah, Jam Kerja, dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Formal di Provinsi Nusa Tenggara Barat 2019-2021
Kata Kunci:
Harapan Lama Sekolah, Jumlah Jam Kerja, Upah Minimum Kabupaten, Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor FormalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel independent yang di ujikan terhadap variabel dependen.Variabel independent dalam penelitian ini yaitu angka harapan lama sekolah, jumlah jam kerja, dan upah minimum kabupaten (UMK). Sementara variabel dependennya yaitu penyerapan tenaga kerja pada sektor formal di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda data panel. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi eviews 12. Hasil penelitian secara simultan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Sementara berdasarkan hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel angka harapan lama sekolah dan jumlah jam kerja memiliki pengaruh dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor formal di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai Prob 0,0307 dan 0.0000 < taraf signifikansi 0.05. Sementara, pada variabel upah minimum kabupaten (UMK) menghasilkan nilai Prob 0.6307 > taraf signifikansi 0.05 yang berarti tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor formal di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Referensi
Aprirachman, R., & Nurasia. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis (EK&BI), 5(2), 303–310. https://doi.org/10.37600/ekbi.v5i2.668
Bodnár, K., Fadejeva, L., Iordache, S., Malk, L., Paskaleva, D., Pesliakaitė, J., Jemec, N. T., Tóth, P., & Wyszyński, R. (2018). How do firms adjust to rises in the minimum wage? Survey evidence from Central and Eastern Europe. IZA Journal of Labor Policy, 7(11), 0–30.
Bradley, M. E. (2007). Efficiency Wages And Classical Wage Theory. Journal of the History of Economic Thought, 29(2), 167–188. https://doi.org/10.1080/10427710701335901
Fachreza, A. N. (2015). Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi Di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 157–170.
Fletwood, S. (2016). Reflection On Neoclassical Labour Economics. In J. Morgan (Ed.), What is Neoclassical Economics?: Debating the origins, meaning and significance (p. 311). Routledge.
Hafner, M., Taylor, J., Pankowska, P., Stepanek, M., Nataraj, S., & Stolk, C. Van. (2017). The impact of the National Minimum Wage on employment. Rand Corporation.
Herr, H. (2002). Wages, Employment and Prices. Labour Education Review, 15, 1–52.
Hohberg, M., & Lay, J. (2015). The impact of minimum wages on informal and formal labor market outcomes : evidence from Indonesia. IZA Journal of Labor & Development, 4(14), 1–25. https://doi.org/10.1186/s40175-015-0036-4
Kryńska, E., & Kopycińska, D. (2015). Wages in Labour Market theories. Folia Oeconomica Stetinensia, 4, 177–190. https://doi.org/10.1515/foli-2015-0044
Menon, N., & Rodgers, Y. vander M. (2017). Child labor and the minimum wage : Evidence from India ☆. Journal of Comparative Economics, 0–1. https://doi.org/10.1016/j.jce.2017.09.001
Nikoloski, K. (2016). Neoclassical Economics: Some Marshallian Insights. Economy Series, 4(4), 85–90.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12th ed). Pearson.








